Kamis, 07 Januari 2010

STAN vs STIS

Kalau diterima di STAN dan STIS, milih mana ya? Memang ini subjektivitas setiap orang berbeda-beda. Mari kita bahas satu per satu,

STAN

  1. Kuliah hanya 3 tahun
  2. Kalau sudah kerja, relatif gaji dan tunjangan lulusan STAN lebih besar dari lulusan STIS.
  3. Biaya pendaftaran dan daftar ulang sekitar Rp800.000
  4. Kuliahnya lebih santai.
  5. Tidak ada uang saku, kecuali kalau sudah tingkat 3

STIS

  1. Uang saku tiap bulan lumayan besar, sekitar Rp400.000 per bulan
  2. Lulus langsung jadi pegawai negeri 3A
  3. Saat daftar ulang dikenai biaya sekitar Rp 2.500.000

Saya dan beberapa temen saya diterima di STAN dan STIS sekaligus, tetapi semuanya pilih STAN. STAN dianggap lebih bergengsi daripada STIS karena gaji dan tujangan yang berikan saat sudah kerja lebih besar STAN.

Kalau aku sendiri tidak memilih STIS karena rasanya bakal banyak belajar pelajaran yang tidak banyak aku gunakan untuk menunjang masa depan finansialku.

STIS juga agak sulit ketika ujian saringan masuknya. Ada 3 tahap soal yang harus dilewati, padahal stan hanya 1 kali ujian dan itu pun soalnya relatif lebih mudah dalam mengerjakannya.

Memang ini semua sebjektitivas yang berkata. Ini tidak lebih dari sebuah pilihan hidup. Kalau memang suka menghitung seperti statistik, STIS cocok untuk mu.

Aku bukan tipe orang yang seperti itu, aku leibh memperbanyak ilmu ku dibidang yang lain.

Apapun pilihanmu, teteplah bersyukur karena ribuan orang ingin kuliah disana, tetapi tidak bisa.

Semoga bermanfaat, persiapkan USM STAN 2010/2011 ya

1 komentar:

muhammad maftuhin mengatakan...

1. ralat uang id qita uda nambah 500 000
2. ilmunya gak terpakai itu salah bu!!!! konsultan butuh ilmu statistik
3. gaji itu berbeda dengan penghasilan. kami sebagai mahasiswa STIS tidak berencana untuk melakukan "KORUPSI" sehingga kami akan mencari penghasilan lain diluar gaji PNS yang diberikan oleh pemerintah.
jadi, penghasilan itu terkait juga dengan usaha lain diluar gaji PNS.